Karya Tulis Ilmiah Populer (Konsep,Jenis, Tujuan, dan Fungsi)

Halo sobat , pada kesempatan yang berbahagia ini admin akan membahas artikel mengenai "Karya Tulis Ilmiah Populer". Sebelum itu apa itu pengertian Karya Ilmiah Populer? .

Karya ilmiah populer merupakan karya ilmiah yang bentuk, isi, dan bahasanya menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, serta disajikan dalam bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh masyarakat

Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang populer atau biasa digunakan (tidak terlalu formal)

karya tulis ilmiah populer

A. Konsep Karya Tulis Ilmiah Populer


Penulisan karya tulis ilmiah populer pada hakikatnya sama dengan penulisan karya ilmiah yang telah dibahas sebelumnya. Persamaan dengan karya tulis ilmiah dalam penulisan populer tetap berlandaskan sebuah riset pustaka atau riset lapangan. Perbedaan yang mendasar pada cara menyampaikan melalui bahasa yang segar, hidup, dan menarik. Dalam penulisan karya tulis ilmiah populer pembaca diajak untuk ikut terlibat melalui gaya bahasa yang menarik. Cara tersebut lazim ditempuh oleh para awak media massa.

Kedua jenis penulisan ini beranjak dari sasarn pembaca yang berbeda. Dalam penulisan karya ilmiah sasaran pembacanya berasal dari kalangan disiplin ilmu yang sama. Mereka berbentuk kelompok dari kalangan akademisi, misalnya sastra maupun sosiologi. Anggapannya dengan menggunakan bahasa yang formal, kaku, dengan perhitungan tingkat definitif yang tinggi, penggunaan konsep dan metode yang jelas akan dapat diterima di kalangan tersebut. Sementara itu, isu yang diangkat tidak selalu menarik bagi kalangan di luar kelompok disiplin yang bersangkutan, dan kalangan masyarakat umum.

Dalam penulisan populer, materi yang menjadi bahasanya bersifat aktual. MIsalnya mengenai topik sastra dan pornografi. Dalam kaitannya dengan aktualitas yang ada di masyarakat topik ini layak untuk diangkat media massa. Sebab hubungan sastra dan pornografi merupakan isu yang hangat bagi berbagai pihak yang ada di masyarakat. Misalnya, ada pihak yang menanggangap topik itu wajar saja sebab masih dalam kerangka sastra. Namun dari pihak laina ada yang menganggap topik itu tidak wajar dan menilainya sebagai hal yang berbahaya bagi pembaca. Sebab novel yang mengambarkan adegan sksualitas secara terbuka sama saja dengan membiarkan ponografi masuk ke dalam wilayah sastra. Bukankah sastra menjadi bagian penjaga moral masyarakat dan bangsa?

Dari jabaran tersebut tampak topik sastra dan pornografi merupakan isu yang hangat dan layak dibahas atau diperdebatkan di media massa. Cakupan pembacanya akan luas. Selain dari kalangan akademisi sastra, juga bisa dari kalangan agamawan, masyarakay=t umum, para pendidik, dan pemerintah.

Para akademisi dapat memeberikan pandangannya mengenai gejala sastra dan pornografi dengan konsep konsep sastra yang ada dan batasan batasannya mengenai apa itu pornografi. Tentu saja, pembahasan dalam tulisannya menggunakan bahasa yang populer dengan ciri ciri mengandung kesegaran, enak dibaca, dan perlu.

Tulisan yang tergolong di dalam karya ilmiah populer, antara lain artikel dan oppini. Keduanya dibedakan dari segi akualitas, publikasi, bahasa, dan panjang tulisan. Pada artikel, kepeluannya untuk membahas topik topik aktual pada saat itu, dipublikasi di media massa baik cetak maupun internet, bahasa yang digunakan bahasa yang segar, dan terbatas panjang tulisannya. Artikel untuk media massa lazimnya tidak lebih dari 5-6 lembar kertas kuarto spasi ganda.

Artikel memiliki sasarn pembaca tertentu. Dalam artikel yang dimuat di media massa sasaran pembacanya hanya bisa dibayangkan. Sebab penulis dan pembaca tidk bertemu langsung. Pembaca benar benar hanya berhadapan dengan tulisan. Tulisan itu sendiri akan menentukan apakah dibaca atau tidak oleh sidang pembaca. TUlisan dibaca disebabkan sebuah faktor , antara lain ,   topik yang dibahas, cara analisis, gaya bahasa yang digunakan, ketokohan penulis dalam bidang terkait, media massa tempat tulisan tersebut dipublikasikan.

Dengan demikian, tulisan ilmiah populer memliliki karakteristik berikut: (1) membahas topik yang sedang aktual pada masa tertentu, (2) menggunakan konsep tertentu dan atau akal sehat, (3) gaya bahasanya segar, (4) sasaran pembacanya jelas, (5) ada batasan panjang tulisan.

B. Tujuan dan Fungsi Karya Tulis Ilmiah Populer


1. Tujuan

Karya tulis ilmiah populer memiliki beberapa tujuan, antara lain:

  1. Sarana untuk membahas isu yang hangat di masyarakat.

  2. Sarana menambah wawasan mengenai sebuah topik masalah tertentu.

  3. Melatih kemampuan penulis bagi pengarangnya.

  4. Melatih kemampuan berpikir bagi penulis dan pembacanya.


2. Fungsi

  1. Wadah bertukar pikiran (komunikasi) dari berbagai pihak di masyarakat.

  2. Menyumbangkan pemikiran sekaligus kepentingan praktis terkait topik yang dibahas.

  3. Bermanfaat bagi penulis dalam mempraktikkan kemampuan dalam bidang/keahlian kepada masyarakat.


C. Jenis Karya Tulis Ilmiah


Menurut jenisnya ada jenis karya tulis ilmiah, yaitu:

1. Artikel

Artikel merupakan tulisan di media massa yang dibuat oleh penulis yang berasal dari luar lembaga media massa. Artikel ini mencerminkan pandangan pribadi penulis bersangkutan lepas dari lembaga media massa yang memublikasikanna. Penulis biasa dari kalangan akademisi, peneliti, penulis, masyarakat.

2. Opini

Opini merupakan tulisan di media massa yang dibuat oleh awak media massa. Opini mencerminkan sikap dan pandangan dari lembaga media massa tersebut terkait dengan sebuah topik tertentu yang sedang hangat di masyarakat.

Langkah-langkah penulisan artikel


Ada langkah-langkah dalam penulisan karya ilmiah populer. Berikut langkah-langkah yang memudahkan seorang penulis dalam menyusun sebuah karya tulisan ilmiah populer.

1. Tema

Adanya tema yang jelas di awal akan mempermudah proses penulisan.Tema adalah suatu amanat utama yang disampaikan penulis melalui karangannya. Tema ini akan memberi arah pada pengembangan gagasan dalam sebuah tulisan. Tema dalam penulisan sebuah artikel adalah pernyataan yang dirumuskan berdasarkan topik aktual yang tengah menjadi perbincangan di masyarakat. Aktualitas yang dimaksud berupa urgensi sebuah topik dibahas di tingkat publik pada saat itu. Aktualitas topik bahasan pada waktu tertentu menjadi kata kunci dalam penulisan artikel di media massa.

2. Pengumpulan data

Pengumpulan data bisa dilakukan riset pustaka maupun lapangan. Pilihan jenis riset ini tergantung dari keperluan data yang ingin diperoleh. Adanya tema yang telah dirumuskan di awal proses penulisan akan memudahkan dalam pengumpulan data. Dalam penulisan artikel di media massa tidak selalu menggunakan pengumpulan data dalam pengertian sebagaimana melakukan riset. Biasanya penulis artikel sudah memahami topik bahasannya sebab mereka berasal dari bidang yang berkaitan. Mereka dari kalangan akademisi, penulis sastra, atau peneliti sastra. Dengan demikian, muncul isu baru di bidang sastra mereka dapat langsung menyatakan pendapatnya di media massa. Hal ini berlaku juga untuk bidang sosial atau sains.

3. Konsep dan teori

Untuk memperkuat argumen artikel biasanya digunakan konsep atau teori. Berdasarkan konsep dan teori yang digunakan, penulis artikel memberikan kerangka bagi data dan fakta yang ada terkait topik bahasannya. Namun dalam tulisan tidak selalu menggunakan konsep dan teori tertentu. Artikel bisa berupa pandangan yang kuat dari penulisnya berdasarkan pengalaman, wawasan, dan pengetahuan sebuah topik tertentu. Tidak jarang tulisan demikian justru menggugah pembacanya.

Dari teknis penulisan, langkah penulisan artikel dapat diuraikan sebagai berikut.

  1. Judul


Dalam sebuah artikel judul yang dibuat menggambarkan isi tulisan sekaligus menggugah calon pembaca. Judul yang menggambarkan isi artikel akan mengundang calon pembaca untuk membaca tuntas sebuah tulisan. Dalam hitungan  detik seyogyanya pembaca dapat mencerna judul sebuah tulisan . Dalam era banjir informasi sekarang ini, sebuah tulisan harus memenuhi aspek kecepatan. Demikian juga dengan adanya judul yang menggugah akan mengundang  pembaca melihat lalu membaca artikel tersebut. Sebuah judul yang berhasil menggambarkan isi tulisan dalam rumusan kalimat yang menggugah merupakan kombinasi antara ketepatan dan kecepatan.

2. Nama Penulis

Pencantuman nama penulis di bawah judul tulisan. Adanya nama penulis ini selain berfungsi sebagai informasi adanya pihak yang membuat, juga hak dan tanggungjawab yang melekat padanya. Bila ada pengutipan nama penulis harus dikutip.

3. Bagian pembuka

Bagian pembuka biasa diawali dengan pembahasan sebuah konsep berkenaan dalam bidang tertentu yang akan menjadi topik ulasan atau fenomena pada bidang tertentu. Bagian pembuka sebagai upaya mengarahkan pembaca kepada pembahasan melalui penjelasan berdasarkan konsep atau gejala berdasarkan data yang ada.

4. Bagian pembahasan

Bagian ini merupakan isi dari artikel. Data dan fakta yang ada dibahas menggunakan pandangan konsep atau teori yang diuraikan sebelumnya. Konsep `atau teori yang dimaksud tidak terlalu berupa temuan dari ahli bidang tertentu, tetapii bisa logika umum yang dibangunoleh penulis artikel tersebut. Bagian pembahasan berisis uraian yang menjaab atau menjelaskan apa yang tersirat dari judul artikel. Isi yang sejalan dengan gambaran yang tersirat di dalam judul dan telah diarahkan pada bagian pendahluan akan menjawab hasrat keingintahuan pada pembaca. Adanya keterpengaruhinya hasrat pembaca akan memuaskan pembaca. Dalam pengertian ini, pembaca akan lega dan apresiasi yang baik akan diberikan kepada tulisan dan penulisnya.

5. bagian penutup

Bagian penutup biasanya berisis simpulan yang berisis saran atau harapan dari persoalan yang dijadikan bahasan. Hubungannya dengan bagian pembahasan adalah sebab akibat. penutup selalu merupakan simpulan dari hasil paparan pada bagian pembahasan.

6. Identitas penulis

pencantuman identitas dimaksudkan sebagai informasi kepada pembaca mengenai penulis. Lazimnya identitas yang dicamtumkan terkait profesi yang berhubungan dengan masalah yang dibahas dalam tulisannya. Identitas yang berkaitan dengan topik pembahasan memebangun kepercayaan pada penulis terhadap keseluruhan hasil tulisan tersebut.

berikut hasil contoh artikel di media masa :

Share this

Related Posts

1 komentar:

komentar